1. LATAR MASALAH
Berbicara tentang pendidikan tentu hal
tersebut tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia, bahkan ayat al-Qur’an
yang merupakan wahyu pertama turun kepada Nabi muhammad Saw adalah tentang
masalah pendidikan yaitu surat al-Alaq 1-5. Hal ini menunjukan bahwa pendidikan
merupakan perkara yang pundamental dalam kehidupan manusia, sebab melalui
pendidikan lah manusia akan dibina, dilatih, serta diarahkan sehingga kelak
tumbuh sebagai manusia dewasa yang dapat bertanggung jawab terhadap dirinya
serta alam sekitarnya yang hal ini sesuai dengan tujuannya diutus sebagai
khalifah di muka bumi ini.
Pendidikan secara operasional adalah
sebagai wahana transpermasi ilmu pengatahuan dari pendidik kepada peserta didik
melalui media. Pendidikan adalah perubahan bagi manusia yang meliputi pisik,
mental serta spritual ke arah yang lebih baik. Dengan pendidikan yang baik
diharapkan kelak akan menumbuhkan generasi-generasi yang handal yang dapat
mengatasi problematika dewasa ini. Bahkan tujuan dari pendidikan adalah
membentuk manusia yang memiliki wawasan keilmuan yang mendalam yang dilandasi
oleh iman dan taqwa sehingga kedepan diharapkan bisa membangun negeri ini ke
arah yang lebih baik.
Namun nampaknya nilai-nilai luhur yang
tertuang dalam pendidikan tersebut sudah menjadi pudar atau bahkan telah hilang
yang kesemuanya itu disebabkan karena nilai-nilai yang tertuang dalam
pendidikan sudah bergesar seperti contoh :
1. Guru
Sekarang ini guru dalam mengajar hanya
sebatas menyampaikan ilmu dan itu terjadi di sekolah, sedang ketika diluar
sekolah sudah bukan merupakan tanggung jawabnya lagi. Padahal guru yang sejati
adalah senantiasa memberikan pembinaan, pengawasan terhadap peserta didiknya
baik ketika disekolah maupun diluar sekolah sehingga pertumbahan dan
perkembangan peserta didiknya dapat ia pahami dengan baik maka dalam hal ini
lembaga pendidikan harus bekerja sama dengan orang tua siswa dalam rangka
mengawasi mereka, namun hal demikian dewasa ini sudah hilang atau bahkan sering
kali kita mendengar guru menjalin kasih dengan siswanya, siswa memukuli gurunya
dan masih banyak kasus-kasus lainnya yang kesemuanya itu sudah menjadi tontonan
kita sehari-hari.
2. Kesejahteraan
Dari dulu hingga sekarang pemerintah
menginginkan mutu pendidikan ditingkatkan, karena dengan demikian pendidikan
akan memeliki peran yang kuat guna menciptakan masyarakat yang berperadaban
tinggi, namun melupakan kesejahteraan. Sekarang ini masih banyak guru-guru yang
hidup dibawah garis kesusahan akibat dari tingginya kebutuhan hidup yang
ditandai dengan begitu mahalnya harga-harga sembako. Akibatnya banyak guru-guru
yang memilih untuk mencari biaya hidup tambahan seperti mengajar beberapa
sekolah-sekolah dari pagi hingga sore hari, atau bahkan ada yang rela menjadi
tukang ojek dan lain-lain. sehingga nilai-nilai yang tertuang dalam pribadi
seorang guru hilang sehingga ada yang berpaham bahwa “saya sebagai guru
tugasnya hanya datang, memberi tugas dan menilai” maka kalau seorang guru sudah
mempunyai pemahaman seperti itu maka yang dirugikan adalah siswa. Padahal guru
memiliki arti yaitu di contoh dan ditiru.
3. Sarana dan prasarana
Kalau kita melihat pola pendidikan yang
diterapkan dikota-kota besar tentu kita melihat sarana dan prasananya sudah
lebih modern. Sehingga beragam informasi sudah terakses dengan mudah. Belum
lagi bila kita tengok tenaga pengajarnya yang secara umum sudah menyandang
gelar S1 atau bahkan ada yang sudah S2. Maka sudah dipastikan mereka semua
profesional. Namun berbeda 180 derajat dengan fasilitas-fasilitas lembaga
pendidikan yang ada di desa-desa atau daerah-daerah yang termasuk kategori
pedalaman. Menurut
informasi baik media elektronik maupun
media cetak tenyata mutu pendidikan di pelosok-pelosok masih jauh tertinggal,
jangankan media pembelajaran yang modern, gedung untuk belajar saja masih
sangat memperihatinkan bahkan yang membuat keadaan semakin parah lagi adalah
minimnya tenaga pengajar.
Maka out put yang dihasilkan dari
pelaksanaan pendidikan tersebut bila dilihat dari sisi sarana dan prasarana
yang tersedia akan sulit memberikan dampak positif bagi kemajuan di negeri ini.
Sehingga boleh jadi setiap tahunnya
lembaga-lembaga pendidiakan meluluskan ribaun atau bahkan jutaan lulusan namun
tetap saja permasalahan di negeri ini tidak bisa terselesaikan atau bahkan
semakin memperparah keadaan. Apalagi pendidikan sekarang ini lebih
mengedepankan kepada ilmu namun melupakan nilai-nilai yang tertuan dalam ilmu
tersebut. Artinya indonesia banyak melahirkan orang-orang yang pintar alias
berpengatahuan luas namun sedikit yang yang mempunyai ahlaqq. Sehingga yang
menjadi pertanya bagi kita semua adalah ada apa dengan pendidikan kita sekarang
ini? Adakah kesalah—kesalah sehingga pendidikan sekarang ini tidak bisa
berbicara banyak untuk memberikan solusi terhadap masalah-masalah di negeri
ini. Padahal sudah kita pahami bersama bahwa maju-mundurnya suatu bangsa terletak
pada pendidikannya, kalau pendidikannya baik maka sudah pasti akan melahirkan
masayarakat yang baik, sebaliknya kalau pendidikan tidak baik alias keluar dari
garis-garis yang telah ditentukan didalamnya maka sudah dipastikan akan
melahirkan masyarakat yang tidak baik.
2. Solusi
Saya sebagai mahasiswa hanya bisa
memberikan sedikit solusi dari masalah-masalah pendidikan yang telah di
terangkan dalam permasalahan diatas.
1. Guru, yang kita ketahui meraka adalah seorang pahlawan
tanpa tanda jasa, tapi sekarang ini sudah banyak guru-guru yang tidak memiliki
rasa tanggung jawab terhadap tugas yang diembankan kepadanya sehingga tugas
guru hanya memberikan pengjaran tetapi tidak menanamkan nilai-nilai luhur. Nah,
tentu disini penyebab memudarnya nilai-nilai luhur adalah kurangnya penyampaian
guru kepada siswa-siswanya. Namun ini tidak semuanya salah guru, tetapi seorang
guru bukan dilihat dari title yang ia dapat dari tinggi pendidikan nya namun
lebih dari itu guru yang baik ia lah guru yang memiliki rasa tanggung jawabnya
terhadap tugas sebagai guru yaitu guru yang senantiasa memberikan
pembinaan, pengawasan terhadap peserta didiknya baik ketika disekolah maupun
diluar sekolah sehingga pertumbahan dan perkembangan peserta didiknya dapat ia
pahami dengan baik maka dalam hal ini lembaga pendidikan harus bekerja sama
dengan orang tua siswa dalam rangka mengawasi mereka. Jadi intinya untuk
meningkatkan nilai—nilai luhur dalam pendidikan harus di mulai dari kesadaran
pentingnya penyampaian seorang guru.
2. Masalah kesejahteraan guru, ini mungkin tugas
pemerintah dalam mengambil kebijakan untuk meningkatkan kesejahteraan guru.
Sebab mengapa kalau gurunya sejahterah tentu tidak ada lagi guru yang mencari
pekerjaan sampingan untuk mencukupi kebutahan sehari-hari. Hal ini juga dapat
meningkatkan semangat guru untuk mengajar dan fokus dalam memberikan pengajaran
dan ilmu pengetahuan kepada siswa tanpa harus memikirkan beban hidup yang
dihadapinya. Seorang guru yang memiliki beban hidup yang tinggi atau guru yang
masih hidup dibawah garis kesusahan akibat dari tingginya kebutuhan hidup yang
ditandai dengan begitu mahalnya harga-harga sembako sehingga banyak guru-guru
yang memilih untuk mencari biaya hidup tambahan seperti mengajar beberapa
sekolah-sekolah dari pagi hingga sore hari, atau bahkan ada yang rela menjadi
tukang ojek dan lain-lain. sehingga nilai-nilai yang tertuang dalam pribadi
seorang guru hilang sehingga ada yang berpaham bahwa “saya sebagai guru
tugasnya hanya datang, memberi tugas dan menilai” maka kalau seorang guru sudah
mempunyai pemahaman seperti itu maka yang dirugikan adalah siswa. Jadi
meningkatkan kesejahteraan guru-guru khususnya yang masih hidup dibawah garis
kususahan terhadap beban hidupnya harus perlu ditingkatkan.
3. Masalah sarana maupun prasarana penunjang pendidikan,
ini memang sangat perlu harus ada di dalam dunia
pendidikan sebab pendidikan tanpa ada sarana maupun prasarana yang mendukung
tentu terhambat dalam penyampaian ilmu pengatahuan seorang guru dan dalam hal
penyampaian nilai-nilai luhur pendidikan. Disini kurangnya keadalian pemerintah
dalam hal mengadakan sarana maupun prasarana pendidikan khusus nya di pedesaan.
Coba kita bandingkan dengan sekolahan yang ada di kota tentu kita dapat melihat
perbedaan yang sangat jelas bahawa saran prasarana sekolahan yang ada di kota
dan di desa 180 derajat berbeda jauh. Nah jadi menurut saya pemerintah
harus cermat dalam menghadapi hal semacam ini dan harus berlaku adil dalam hal
memberikan sarana maupun prasaran pendidikan di kota maupun di pedesaan. Sebab
dengan saran pendidikan yang lengkap dan bermutu/baik tentu kenyaman dalam
penyapaian ilmu dan nilai-nilai luhur pendidikan akan terasa lebih nyaman dan
memberikan sumbangsi yang baik untuk guru maupun siswa didiknya.
3.Peranan sebagai mahasiswa
Sebagai seorang mahasiswa kita haruslah
selalu berpartisipasi terhadap pendidikan, apa lagi dalam hal menumbuhkan
nilai-nilai luhur dalam pendidikan ini. Sebab mengapa nilai-nilai luhur dalam
pendidikan merupukan suatu nilai yang tumbuh dari seseorang berupa moralitas
pelajar/siswa dalam hal pendidikan. pendidikan disini juga berupa alat
atau tempat menyampaikan ilmu pengetahuan beserta nilai-nilai luhur atau moral
seseorang. Sehingga para pelajar atau siswa dapat belajar mengmbangkan ilmu
pengatahuan dan nilai-nilai luhurnya. Untuk menumbuhkan nilai-nilai luhur para
siswa harus dengan pendidikan. Disini para guru harus memberikan pengarahan
,pemblajran dan motivasi yang baik. Misalkan di sekolah untuk menanamkan nilai
luhur kepada para siswa dengan cara menumbuhkan minat membaca di kalangan
siswanya. Sebab mangapa membaca merupakan proses
penyerapan informasi dan akan berpengaruh positif terhadap kreatifitas
seseorang. Membaca pada hakikatnya adalah menyebarkan gagasan dan upaya yang
kreatif, nah dengan demikian membanca juga bisa menumbuhkan nilai-nilai luhur.
Minat baca harus dipupuk sejak dini, dalam hal ini perpustakaan sekolah sangat
berperan dalam menumbuh kembangkan minat untuk membaca buku. Sebenarnya banyak
cara untuk meningkatkan minat baca siswa dengan berbagai macam kegiatan yang
rekreatif dan mendidik antara lain:
1.selalu mengikuti lomba mading,
2.setelah penat dengan pelajaran sehari-hari saya selalu menympat kan membaca media koran/surat kabar sebagai alternatif media belajar dan ilmu pengetahuan
1.selalu mengikuti lomba mading,
2.setelah penat dengan pelajaran sehari-hari saya selalu menympat kan membaca media koran/surat kabar sebagai alternatif media belajar dan ilmu pengetahuan
3.selalu mengikuti lomba sinopsis, dengan membuat sinopsis sebenarnya saya
diajarkan untuk memenangkan gagasan ke dalam sebuah tulisan
4. selalu membuat jadwal kunjungan ke perpustakaan, misalnya setiap hari
rabu,kamis dan juma’at diwajibkan berkunjung ke perpustakaan untuk mengerjakan
tugas yang diberikan oleh guru. Dalam hal ini pustakawan berperan aktif sebagai
pustakawan referens. Jika, siswa ada yang bertanya tentang referensi sebuah
mata pelajaran.
5. mewajibkan semua siswa, guru, dan karyawan sekolah untuk membudayakan
membaca, dan membuat slogan-slogan di kelas seperti “Tiada Hari Tanpa Membaca”,
“Gunakan waktu luang untuk membaca”, dan “Buku adalah jendela ilmu
pengetahuan”.
Dengan membuat kegiatan yang bersifat rekreatif dan edukatif diharapkan
dapat membangun minat baca di kalangan siswa sekolah.
Begitu jaga untuk menumbuhkan atau menanam
kan nilai-nilai luhur , haruslah di mulai sejak dini dengan cara memberikan
pengarahan ,penyampaian dan pengajaran yang baik di dirumah maupun di sekolah.
Dengan siswa/siswi yang memiliki ilmu pengatahuan yang tinggi disertai nilai
luhur yang baik tentu kemajuan suatu bangsa akan tercapi dan terwujud sesuai
dengan cita—cita bangsa indonesia yaitu menjadi bangsa yang religius, merdeka,
berprikemanusiaan, bersatu padu, berdaulat, dan mewujudkan masyarakat adil dan
makmur amin.
‘Sekian
opini tentang pendidikan indonesia kalau ada kesalahan dan ketidak masuk akalan
saya mohon maaf karana saya masih dalam proses belajar semoga bermanfaat untuk
kita semua
Amin’






0 komentar:
Posting Komentar